Rabu, 12 Oktober 2011

ALAT BANTU SELEKSI BAHAN PUSTAKA


INISIASI 3 : PENGEMBANGAN KOLEKSI (PUST2230)

Alat Bantu Seleksi Bahan Pustaka

OLEH : DJAKA WASKITA

Untuk melakukan seleksi bahan pustaka pustakawan perlu mengenal dan mampu menggunakan alat bantu seleksi. Alat bantu seleksi dimaksudkan untuk :
a) memudahkan pemilihan bahan pustaka yang diperlukan
b) sebagai alat verifikasi dan identifikasi, yaitu sebagai acuan untuk mengetahui data bibliografi yang benar dan lengkap, seperti pengarang, judul, ISBN/ISSN, masih tersedia di pasaran atau tidak.
Ada berbagai jenis alat bantu yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu serta kelebihan dan kelemahannya. Secara garis besar alat bantu seleksi dapat dibagi atas dua kelompok:
1. Alat bantu seleksi
Yaitu alat bantu yang dapat membantu pustakawan untuk memutuskan apakah sebuah atau sekelompok bahan pustaka akan diseleksi, karena informasi yang diberikan dalam alat tersebut tidak terbatas pada data bibliografi, tetapi juga mencakup keterangan bahan pustaka tersebut dan keterangan lain yang diperlukan untuk mengambil keputusan. Informasi ini bisa diberikan dalam bentuk anotasi singkat saja, bisa berupa tinjauan (review) dengan panjang yang bervariasi.
Contoh alat bantu seleksi antara lain:
- majalah tinjauan buku/bahan pustaka lain                   
- daftar judul untuk jenis perpustakaan tertentu (core list), subjek tertentu atau kelompok tertentu.                                   
-    Indeks, misalnya Book Review Digest, Book Review Index, dan sebagainya.

2. Alat identifikasi dan verifikasi                           
Yaitu alat bantu seleksi yang hanya mencantumkan data bibliografi bahan pustaka (kadang-kadang dengan harganya). Alat seperti ini dipakai, untuk mengetahui judul yang telah terbit atau yang akan diterbitkan dalam bidang tertentu, dari pengarang atau penerbit tertentu, di negara tertentu atau dalam kurun waktu tertentu. Alat bantu ini dipakai untuk melakukan verifikasi, apakah judul atau nama pengarang tepat, berapa harganya, terbitan berseri atau bahan pandang dengar, masih ada di pasaran atau tidak, dan sebagainya.
Contoh alat identifikasi dan verifikasi adalah :
- katalog penerbit
- berbagai jenis bibliografi, misalnya bibliografi nasional, Books in Print
- katalog perpustakaan untuk mengetahui keberadaan bahan pustaka untuk subjek atau media tertentu.

Alat bantu seleksi yang sangat berperan dalam proses seleksi adalah tinjauan buku, hal ini disebabkan:                                       
1. Pustakawan tidak mungkin melihat sendiri semua judul baru untuk dievaluasi.
2. Jumlah buku dan bahan pustaka lain yang terbit setiap tahun terlalu banyak untuk dibaca dan dievaluasi.                                 
3. Perpustakaan jarang yang mempunyai spesialis subjek dalam semua bidang subjek yang diwakili dalam koleksinya. Lewat tinjauan buku perpustakaan memperoleh penilaian dari pakar subjek.

Alat bantu seleksi juga perlu dievaluasi untuk menilai apakah cocok bila dipakai di tipe perpustakaan tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menilai alat bantu seleksi adalah:
1. Tujuan
- Apa tujuan alat bantu tersebut?
- Bantuan apa yang dapat diharapkan dari alat tersebut?
- Untuk siapa?
- Apakah informasi yang diberikan sesuai dengan tujuan?
- Apakah sesuai dengan kebutuhan kita?
2. Cakupan
- Apakah bahan pustaka dan subjek yang terdaftar sesuai dengan kebutuhan?
- Apakah cakupannya komprehensif?
- Berapa tinjauan yang dimuat tiap minggu, bulan, atau tahun?
3. Kecepatan
- Apakah daftar atau tinjauan buku terbit sebelum atau sesudah buku tersebut diterbitkan dan beredar
  di pasaran?
- Kalau sesudah, berapa lama? Berapa frekuensi terbitnya?
4.  Penulis tinjauan
    - Siapa yang menulis tinjauan?
    - Bagaimana kualifikasinya?
5.  Isi tinjauan
    Ada bermacam-macam jenis tinjauan yaitu:
    - hanya deskripsi isi atau ulasan yang kritis tetapi objektif.
    - membandingkan dengan karya lain yang serupa atau edisi sebelumnya.
    - memberi rekomendasi untuk tipe perpustakaan atau kelompok tertentu.
6.  Data bibliografi
    Data bibliografi apa yang diberikan dan cukup lengkapkah?
7.  Penyajian
    - Apakah jelas dan memudahkan pemakaian?
    - Ada berapa pendekatan?
    - Ada berapa macam indeks?
    - Apakah urutan informasi dalam tiap entri seragam?
8.  Kegunaan
    -  Dapat dipakai untuk apa? sebagai alat seleksi atau verifikasi, atau sumber rujukan?
    -  Dapat dipakai oleh siapa? Bagian rujukan, pengadaan, pengembangan koleksi, atau pemakai
        perpustakaan?
9.  Format fisik
    -  Apakah penjilidannya kuat?
    -  Apakah hurufnya tidak terlalu kecil?
    -  Bagaimana kualitas kertasnya?
10. Harga
      - Apakah harganya sebanding dengan isi dan kegunaannya?
      - Apakah ada alat serupa yang lebih murah?




PRINSIP SELEKSI BAHAN PUSTAKA

INISIASI  2  : TUTON PENGEMBANGAN KOLEKSI (PUST2230)

Prinsip Seleksi  Bahan Pustaka 

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu sebab terjadinya ledakan informasi, sehingga jumlah publikasi yang terbit dari waktu ke waktu tidak terhitung lagi jumlahnya. Disamping itu biaya produksi penerbitan bahan pustaka semakin tinggi, otomatis harga bahan pustaka juga makin meningkat. Oleh karena itu perlu dilakukan seleksi, agar dengan dana yang terbatas bisa diperoleh bahan pustaka yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna secara optimum.
Seleksi atau pemilihan menurut ALA Glossary of Library Terms adalah suatu proses pengambilan keputusan dalam mengidentifikasi sumber informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakai perpustakaan. Prinsip dalam pelaksanaan seleksi bahan pustaka dimaksudkan agar:
a)  Memperoleh dan menyediakan bahan pustaka yang diperlukan dalam menunjang sistem yang ada di lembaganya.
a) Memperoleh dan menyediakan bahan pustaka yang diinginkan oleh pengguna.
b) Memperoleh dan menyediakan bahan pustaka yang berisi bahan hiburan dan rekreasi.
c) Mengawetkan bahan pustaka penting yang menggambarkan perkembangan lembaga induknya, seperti laporan tahunan, data resmi, termasuk publikasi lembaga tersebut.
Ada beberapa pandangan dalam membangun suatu koleksi perpustakaan, yaitu:
1. Pandangan tradisional
Kelompok ini mengutamakan nilai intrinsik bahan pustaka, karena memandang perpustakaan sebagai tempat untuk melestarikan warisan budaya dan sarana mencerdaskan masyarakat. Bahan pustaka yang dinilai tidak bermutu tidak akan dipilih.
2. Pandangan liberal
Kelompok ini mengutamakan popularitas, dalam hal ini bahan pustaka tersebut diutamakan yang disukai dan banyak dibaca. Masalah mutu kalah penting dari popularitas, sehingga kelompok ini selalu mengikuti selera masyarakat.
3. Pandangan pluralistik
Kelompok ini mencoba untuk mencari keseimbangan antara pandangan tradisional dengan liberal.

Pada saat melakukan seleksi terdapat beberapa kriteria khusus yang perlu dipertimbangkan :
a) Judul disesuaikan dengan program lembaga yang ada
b) Judul disesuaikan dengan tingkatan pengguna
c) Pengarang sudah sangat terkenal di bidangnya (ahli/pakar)
d) Isi buku harus tahan lama, berbobot dan tidak cepat berubah
e) Penerbit cukup dikenal pada bidangnya
f) Tahun dan edisi terbaru
g) Harga buku cukup pantas
Pada umumnya perpustakaan memilih bahan pustaka yang baik sesuai dengan kebutuhan pemakainya. Walaupun ada pihak-pihak yang berwenang untuk melakukan seleksi sesuai dengan jenis perpustakaan, kadang-kadang pustakawan harus proaktif melakukan seleksi awal dalam rangka membuat daftar bahan pustaka yang akan  diseleksi oleh pihak yang berwenang. Dengan adanya daftar tersebut pihak-pihak yang berwenang akan dipermudah untuk melaksanakan seleksi. Untuk itu personal yang bertanggung jawab melakukan seleksi awal perlu memahami pedoman dasar berikut ini:
1. Mengetahui berbagai jenis bahan pustaka yang ada di pasaran
2. Memahami tujuan dan fungsi perpustakaan tempat ia bekerja
3. Mengenal kebutuhan masyarakat yang dilayani
4. Mengenal prinsip-prinsip seleksi
5. Mengenal dan mampu menggunakan alat-alat bantu seleksi
6. Memahami berbagai kendala yang ada.

LAYANAN LITERATUR


INISIASI 4 TUTON PELAYANAN BAHAN PUSTAKA (PUST2135)
LAYANAN LITERATUR

1. Pengertian layanan literatur atau disebut juga layanan bibliografi terbagi dua:
a. Pengertian umum, layanan literatur adalah suatu kegiatan layanan perpustakaan dalam bentuk pemberian bantuan pustakawan kepada pengguna untuk menemukan informasi literatur mengenai suatu subjek tertentu sesuai kebutuhan informasi pengguna.
b. Pengertian khusus, layanan literatur adalah kegiatan layanan perpustakaan dengan menyediakan daftar literatur atau daftar bibliografi mengenai subjek-subjek tertentu yang kiranya akan diperlukan oleh pengguna perpustakaan

2. Tujuan diadakan layanan literatur adalah untuk memberikan kemudahan bagi pengguna perpustakaan dalam mendapatkan informasi literatur yang sesuai dengan keinginannya.

3. Bibliografi terbagi dalam 3 (tiga) kategori, yang meliputi :
a. Bibliografi sistematik atau enumeratif;
b. Bibliografi analitis atau kritis;
c. Bibliografi historis.

4. Literatur dibagi dalam tiga jenis, yaitu : literatur primer, literatur sekunder, dan literatur tersier. Pengertian literature primer, yaitu bahan orisinal oleh pengelola perorangan atau kelompok berdasarkan penelitian atau pemikiran kreatif, maupun penjelasan sebuah gagasan dalam suatu bidang. Untuk pengertian literatur sekunder ialah modifikasi dari literatur primer dengan susunan baru untuk maksud tertentu. Sedangkan pengertian literatur tertier merupakan literatur yang sudah diubah tiga kali (3x) dari literatur primer atau dengan kata lain merupakan modifikasi dari literatur sekunder.

5. Jasa penelusuran literatur yang umumnya disediakan di perpustakaan, ialah :
a) Selective Dissemination of Information (SDI) atau yang dikenal sebagai penyebaran informasi terpilih untuk perpustakaan yang sudah berkomputer atau ada akses ke data bank informasi dapat memilih judul-judul dan abstraknya, kemudian diberikan kepada pembaca yang memesannya.
b) Current Awareness Service (CAS) atau dikenal sebagai jasa kesiagaan informasi ialah layanan perpustakaan kepada individu-individu yang meminta agar kalau ada bahan yang baru dari majalah ia diberitahu.
c) Current Content yang biasanya berupa daftar isi majalah yang diterima perpustakaan dan disebarkan kepada pembaca yang berminat.

LAYANAN REFERENS


INSISASI 3 TUTON : PELAYANAN BAHAN PUSTAKA (PUST2135)
LAYANAN REFERENS

Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda atas materi pembelajaran ini maka bacalah rangkuman berikut ini:
1. Layanan referens adalah layanan yang berkaitan dengan bantuan pustakawan secara pro aktif kepada pemakai dalam mencari informasi yang dibutuhkan baik secara langsung maupun tidak langsung.
2. Layanan referens lebih dititikberatkan pada pelayanan individu agar para pemakai perpustakaan mampu mendayagunakan sumber-sumber informasi referens secara mandiri. Tujuan kemandirian ini adalah untuk memperlancar tugas-tugas kepustakawanan, sehingga akan menghemat tenaga dan waktu bagi pustakawan.
2. Beberapa alasan perpustakaan menyelenggarakan layanan referens, yaitu
a. penyediaan fasilitas belajar
b. penyediaan sumber-sumber bacaan untuk belajar
c. penyediaan bantuan staf perpustakaan
d. penyediaan layanan informasi umum.
3. Fungsi layanan referens adalah:
a. Membantu pustakawan dalam mengorganisasikan dan memanfaatkan koleksi referens secara efektif;
b. Meningkatkan peran pustakawan referens sebagai subjek spesialis pada bidang disiplin ilmu tertentu;
c. Meningkatkan kualitas layanan yang dapat berpengaruh pada image perpustakaan dan kualitas pustakawan referens;
d. Memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada para pemakai informasi dalam melakukan penelusuran informasi
4. Tujuan pelayanan referens adalah:
a. Membimbing pemakai agar mempunyai kemandirian dalam memanfaatkan koleksi yang dimiliki suatu perpustakaan
b. Membantu menyeleksi dan memilihkan sumber rujukan yang tepat dalam menjawab pertanyaan pada subjek/bidang tertentu
c. Memberi pengarahan kepada pemakai perpustakaan guna memperluas wawasan pemakai mengenai suatu topik/subjek. Hal ini dikarenakan penjelasan maupun suatu masalah yang dibahas dalam suatu sumber diuraikan dalam gaya yang berbeda.
d. Tercapainya efisiensi tenaga, biaya dan waktu dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan yang efektif.
5. Layanan referens dapat dikelompokkan dalam 2 (dua) kategori menurut fungsinya, yaitu:
a. Layanan referens atau informasi (fungsi informasi).
Instruksi formal dan informal mengenai penggunaan perpustakaan dan sumber-sumbernya (fungsi instruksi).


Sumber Informasi Referens


1. Ciri-ciri koleksi referens adalah sebagai berikut:
a. Koleksi referens ditujukan untuk keperluan konsultasi.
Koleksi referens tidak dimaksudkan untuk dibaca seperti buku fiksi atau buku teks karena tidak berkesinmabungan.
b. Koleksi referens seringkali terdiri dari entri yang terpotong-potong, dan tidak sama panjang.
c. Koleksi referens biasanya tidak dipinjamkan karena sering digunakan sebagai bahan konsultasi.

Bentuk-bentuk sumber informasi atau koleksi referens yaitu:
a. Berisi informasi yang dibutuhkan atau jawaban langsung (direct source).
b. Berisi informasi yang mengarahkan pembaca ke sumber lain yang ditunjukkan apabila ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang suatu masalah (indirect source).

. Cara penyajian informasi atau susunan dari koleksi referens, yaitu terdiri dari:
a. Susunan Alfabetis atau berdasarkan urutan abjad;
b. Susunan sistematis atau berdasarkan urutan logis;
c. Susunan kronologis atau berdasarkan urutan waktu/kronologis.
5. Jenis-jenis pertanyaan referens menurut Katz (1982) dapat dibagi ke dalam 4 (empat) tipe, yaitu:
a. Pertanyaan langsung
b. Ready Reference
c. Subjek khusus – penelusuran khusus

Tugas:
1. Sirkulasi sering juga disebut bagian peminjaman bahan pustaka. Jelaskan
2. Kegiatan sirkulasi juga mencakup layanan referens. Jelaskan
3. Kegiatan sirkulasi adalah kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan koleksi perpustakaan oleh pemakai perpustakaan. Jelaskan